Mengenal Flutter Lebih Dekat

Di akhir-akhir tahun ini, perkembangan dunia mobile development menjadi salah satu yang paling signifikan peningkatannya. Teknologi mobile telah menjadi aspek yang cukup penting, dimana hampir setiap orang menggunakannya untuk mempermudah berbagai pekerjaan. Bahkan dilansir dari katadata.co.id, pengguna ponsel indonesia mencapai 142% dari populasi. Hal ini menyebabkan banyak teknologi-teknologi yang baru bermunculan. Terutama sistem multiplatform. Sistem multiplatform menjadi primadona karena dapat memangkas biaya produksi untuk menciptakan suatu aplikasi agar berjalan di berbagai ponsel yang berbeda sistem operasinya. Salah satu teknologi multiplatform yang baru dikembangkan adalah Flutter.

Flutter adalah framework Mobile UI yang diciptakan oleh google untuk membuat aplikasi mobile yang setara dengan aplikasi native Android maupun iOS. Flutter dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman dart. Bahasa ini cukup mudah dipelajari jika pernah berhubungan dengan bahasa semisal java atau javascript. Flutter juga menyediakan kerangka reactive- functional, mesin render 2D, dan widget-widget siap pakai untuk membentuk suatu tampilan utuh aplikasi.

Bagaimana Kinerja Flutter?

Salah satu keunggulan flutter dari pada teknologi multiplatform lainnya seperti react native adalah dalam hal kinerja. Flutter menjanjikan aplikasi yang dibuat akan mendapatkan tingkat sebesar 60 frame per second. Kinerja ini bisa didapatkan karena cara kerja dari flutter sedikit berbeda. Kode-kode yang ditulis dengan menggunakan dart akan diubah menjadi kode C/C++ kemudian dikompilasi secara native. Hal inilah yang menyebabkan flutter memiliki performa yang hampir setara dengan aplikasi native. Flutter bisa berjalan pada sistem operasi android 4.1 atau lebih tinggi dan iOS 8 atau lebih tinggi. Serta dapat dijalankan di peringkat asli maupun simulator.

Widget Flutter

Widget dalam flutter adalah elemen yang sangat penting yang digunakan untuk mengontrol tampilan antarmuka suatu

aplikasi. Pada kode tampilan disamping, semua adalah widget, termasuk tata letak. Pusat widget memusatkan anaknya di dalam induknya (misalnya, layar). Widget tata letak Kolom mengatur anak-anaknya (daftar widget) secara vertikal. Kolom berisi widget Teks dan widget Ikon (yang memang memiliki properti, warnanya).

Pada flutter, padding dan margin adalah widget. Tema adalah widget. Dan bahkan aplikasi dan navigasi juga termasuk widget. Ini memungkinkan kemudahan dalam mengatur tampilan antarmuka karean tiap elemen bisa diatur menggunakan widget.

Akses API dan Interoperabilitas

Flutter juga sudah dipaketkan dengan kode pengaksesan platform service yang dimiliki dari android dan juga iOS. Seperti sensor, penyimpanan lokal, dan lain sebagainya. Namun tidak terbatas dalam hal itu, dart juga telah menyediakan banyak plugin-plugin yang mungkin kita butuhkan dan belum ter-include dalam paket flutter.

Tinggalkan Balasan