Jade HTML

Author: Sebut saja caha

Hypertext Markup Language atau yang biasa dikenal sebagai HTML merupakan  sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan pemformatan hiperteks sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan.

Walaupun sudah banyak mengalami revisi, penambahan ekstensi dan fitur baru namun struktur dasar HTML pun tetap sama.  Biasanya penulisan HTML ini dimulai dengan <html> dan ditutup </html>.

Kesalahan penulisan HTML ini sering terjadi. Tidak seperti compiler pada Bahasa-bahasa lain yang cenderung menunjukkan kesalahan pada penulisan atau menunjukkan pesan error, HTML tidak memiliki compiler/rendering yang mengecek satu per satu tulisan tersebut ataupun menunjukkan pesan error, untuk mengetahui  salah atau betulnya apa yang ditulis melalui tampilan yang dihasilkan. Tidak jarang kesalahan itu berasal dari kurangnya symbol-simbol khusus atau bahkan kurang nya tag.

Hal ini mengakibatkan menyebalkan dan membosankan, untuk mengurangi hal-hal tersebut tidak jarang text editor menyediakan ekstensi tambahan, seperti emmet, untuk melengkapi tulisan dengan satu TAB, ataupun beautify  yang berfungsi sekedar merapikan tampilan kodingan saja, yang lumrahnya jika kodingan rapi maka kesalahan pun lebih mudah terdeteksi.

Sekarang kekurangan  syntax, symbol dan tag sudah bisa lebih diminimalisir lagi melalui Jade HTML.

Jade HTML adalah Node Template Engine dengan performa tinggi yang dipengaruhi oleh Haml dan diimplemetasikan dengan Javascript.

Perbedaan

Jade HTML mereduksi symbol-symbol yang ada pada HTML biasa.  Seperti contoh diatas Jade HTML memudahkan dalam penulisan < div id=” ”> dengan cukup menuliskan tanda kress (“#”) saja layaknya CSS.  Selain itu, jade HTML juga mereduksi penutupan pada masing-masing tag. <tag> dan </tag> menandakan  sebuah syntax yang akan dieksekusi. Sehingga muncul pertanyaan bagaimana cara menentukan Batasan-batasan pada syntax jika tidak ada penutup dari sytax tersebut.

Jade HTML memanfaatkan whitespace. Untuk menjadi child dari sebuah tag, tag lainnya harus lebih menjorok kedalam sebanyak satu tab.

Contohnya :

Apabila baris diatas diterjemahkan ke dalam HTML biasanya.

Dikarenakan h1 menjorok kedalam sebanyak satu tab maka h1 akan menjadi child dari body sedangkan container berada posisi yang sejajar dengan h1 sehingga container tidak menjadi child dari h1

Kemudian akan muncul kembali pertanyaan, bisakah Jade HTML langsung melakukan rendering pada browser seperti HTML biasanya?. Saying sekali belum, untuk bisa melakukan rendering pada browser Jade HTML harus di compile  terlebih dahulu.

Selamat mengenal Jade HTML, jika bingung cara menggunakannya tunggu postingan kami selanjutnya ya ^^

Tinggalkan Balasan