Langkah awal untuk memulai Startup dengan Design Thinking yang tepat

By: “Sebut saja Bunga”

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital , program resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 2 tahun silam tersebut sangatlah membawa dampak positif bagi perkembangan teknologi di Indonesia, selain itu respon hangat dan positif bisa dirasakan dari masyarakat. Banyak startup baru mulai bertebaran dari kalangan pekerja hingga mahasiswa , tak bisa dipungkiri bahwa persaingan ide dan inovasi sangat ketat. Lantas , bagaimana cara kita untuk bisa masuk di dunia startup ? bagaimana kita yang mungkin masih mahasiswa baru dapat memulai membuat startup ? Berikut akan mimin jelaskan apa yang kita perlukan untuk membangun startup.

Oke , jadi mudah saja , bekal awal kita untuk memulai membuat startup ialah tekad dan niat , bukankah semuanya harus diawali dengan niat hehe.

Selanjutnya , niat aja pasti nggak cukup yakan , jadi yang kita perlukan berikutnya adalah sebuah prosedur,prosedur tersebut yang biasa disebut dengan Design Thinking.

Apa itu Design Thinking ?  design thinking adalah proses menciptakan ide-ide baru dan inovatif yang dapat memecahkan masalah. Hal ini tidak terbatas pada industri atau bidang keahlian tertentu.

Design Thinking sangat berguna untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi dari startup  , sehingga startup dapat terus berkembang menciptakan servis maupun produk yang selalu fresh dan solutif. Oke , langsung saja mimin jabarkan ke 6 tahapan dalam design thinking:

  • Empathize

Seperti pengertiannya , empati merupakan wujud kepedulian karena kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Maka pada proses pertama ini , kita harus dapat ikut merasakan apa yang dirasakan target market atau masyarakat sehingga kita bisa mengerti apa sebenarnya permasalahan dan keinginan mereka.

  • Define

Selanjutnya , dengan mengerti permasalahan dan keinginan mereka , definisikan apa yang menjadi masalah utama dari hasil empatinya itu. Dengan mengetahui masalah utamanya kita akan bisa tau apa yang mereka butuhkan.

  • Ideate

Tahap ke tiga yaitu ideate. Saatnya melakukan brainstorming ,kumpulkan ide – ide solusi yang bisa menjawab permasalahan utama. Jangan terlalu memikirkan ide itu bisa dieksekusi atau tidak , yang penting ide tersebut bisa menjawab masalah. Setelahnya , baru kita mengelompokkanya menjadi 3 hal yaitu Feasible (mampu dilakukan) ,Viable (mampu berlanjut) ,Desirable (sangat diperlukan ). Tentukan solusi – solusi mana yang cocok dan memiliki value for business yang paling besar serta menghabiskan waktu yang paling sedikit.

  • Prototype

Setelah mendapatkan ide solusi terbaik , buat rancangannya (prototyping) dimulai dari tahap sketchwireframe, hingga dalam bentuk 3D mockup. Prototyping digunakan agar kita bisa tau gambaran ide yang akan kita buat.

  • Test

Prototype sudah jadi , selanjutnya lakukan testimoni , bisa testimoni ke anggota startup , teman – teman , dosen maupun masyarakat langsung. Terus kembangkan aplikasi sesuai hasil testimoni , tampung semua kritik dan saran hingga produk kita siap untuk direalisasikan.

  • Implement

Setelah produk kita jadi , siap untuk diimplementasikan. Giatkan publikasi sehingga kita bisa mendapatkan user dan investor. Investor sangat penting untuk menambah modal sehingga meningkatkan produk dan memperluas pasar. Jangan lupa juga untuk tetap menerima kritik dan saran , kembali pada tahap 1 yaitu empati untuk terus mendapatkan inovasi, sehingga startup kita dapat senantiasa berkembang dan menjadi unggulan.

 

Sumber :

  1. http://marketeers.com/sudahkah-anda-tahu-fitur-google-drive-yang-satu-ini/
  2. https://s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/s3.ripple10.com/uploads/2018/1/15/designthinking-illustration-final2-02.png

 

Tinggalkan Balasan